Lompat ke isi utama

Berita

Peringatan Hari Lahir Pancasila Bawaslu Kota Pagar Alam 2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila Bawaslu Kota Pagar Alam 2026

Pagar Alam — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Bawaslu Kota Pagar Alam menyelenggarakan upacara bendera yang khidmat pada 1 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Sekretariat Bawaslu Kota Pagar Alam dan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kota Pagar Alam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar negara yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Pagar Alam, Nurweni, dan dihadiri oleh Anggota Chlara Febriana serta seluruh staf. Peringatan tahun ini mengangkat tema “PANCASILA PEMERSATU BANGSA, FONDASI PERDAMAIAN DUNIA,” sebuah tema yang menegaskan posisi Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai pedoman etika sosial yang relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi modern.

Dalam sambutannya, Ketua Nurweni menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen refleksi bagi seluruh aparatur pengawas pemilu untuk menegaskan kembali komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila—ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial—dalam setiap tugas pengawasan. “Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi pedoman operasional yang harus tercermin dalam sikap dan tindakan kami saat menjalankan fungsi pengawasan pemilu,” ujar Nurweni. Ia menambahkan bahwa integritas, ketegasan, dan keadilan menjadi prinsip utama yang harus dijaga demi terselenggaranya proses demokrasi yang sehat.

Kegiatan peringatan ini diisi dengan rangkaian kegiatan upacara resmi, pembacaan sejarah singkat kelahiran Pancasila, serta refleksi singkat tentang relevansi nilai-nilai Pancasila bagi tugas kelembagaan. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk simbolis komitmen kolektif.

Tema tahun ini, “PANCASILA PEMERSATU BANGSA, FONDASI PERDAMAIAN DUNIA,” diangkat untuk mengingatkan kembali bahwa Pancasila memuat nilai-nilai universal yang dapat menjadi landasan untuk menegakkan perdamaian dan toleransi—baik di kancah lokal maupun internasional. Bagi Bawaslu Kota Pagar Alam, tema tersebut diperluas menjadi panggilan tindakan: memperkuat kebersamaan internal, meningkatkan kepekaan terhadap dinamika sosial-politik lokal, serta memberikan teladan dalam menjaga persatuan melalui kerja profesional dan akuntabel.

Peringatan ini juga dimaknai sebagai peluang memperkuat hubungan antara lembaga pengawas dengan masyarakat. Dengan menegaskan prinsip-prinsip Pancasila dalam tata kerja, Bawaslu berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pengawasan pemilu. Kepercayaan ini dinilai krusial agar masyarakat percaya bahwa setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti secara transparan dan sesuai aturan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan peringatan, Bawaslu Kota Pagar Alam berencana mengintensifkan program internal yang menekankan pendidikan nilai-nilai Pancasila bagi seluruh pegawai dan pengawas lapangan. Program ini akan meliputi kegiatan pembinaan, lokakarya etika pengawasan, dan peningkatan kapasitas komunikasi publik supaya pesan-pesan demokrasi dan integritas lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, dan unsur pendidikan untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya pencegahan konflik menjelang dan selama tahapan pemilu.

Peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Bawaslu Kota Pagar Alam bukan sekadar ritual seremonial. Kegiatan ini merupakan pengingat kolektif akan tanggung jawab moral dan profesional yang melekat pada setiap pengawas pemilu untuk menegakkan proses demokrasi yang adil, jujur, dan berintegritas. Dengan memosisikan Pancasila sebagai landasan kerja, Bawaslu berupaya memastikan bahwa setiap tindakan pengawasan berkontribusi pada terciptanya persatuan dan perdamaian di masyarakat.

"Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”

Penulis : Ana Yarus

Foto : Angga