Strategi Pencegahan Isu-Negatif: Chlara Febriana Paparkan dalam Diskusi Konsolidasi Demokrasi
humas | Minggu, Juni 7, 2026 - 23:54
Pagar Alam — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pagar Alam, Chlara Febriana, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Hubungan Masyarakat (Humas), Diskusi Konsolidasi Demokrasi: Menanggulangi Isu-Isu Negatif Dengan Masyarakat Sipil di Kota Pagar Alam.
Dengan menyoroti maraknya isu negatif—termasuk hoaks, ujaran kebencian, kampanye hitam, dan manipulasi opini—yang rentan berkembang menjelang pemilihan umum. Ia menjelaskan bagaimana isu-isu tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran proses demokrasi tetapi juga meretakkan kohesi sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Chlara memaparkan strategi pencegahan yang dijalankan Bawaslu, yang menekankan pendekatan edukasi, deteksi dini, dan kolaborasi lintas-sektor yang meliputi Kampanye literasi digital dan pemilih untuk meningkatkan kemampuan publik mengenali disinformasi, Kanal pelaporan cepat bagi masyarakat yang menemukan konten bermasalah, dilengkapi panduan pelaporan yang mudah diakses, Kerja sama dengan platform media sosial, organisasi masyarakat sipil, dan media lokal untuk klarifikasi cepat dan counter-messaging, dan Program pelatihan bagi pengawas pemilu di tingkat Kota untuk meningkatkan kemampuan verifikasi dan respon.
Menurut Chlara, pencegahan efektif memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Kami tidak mungkin berjaga sendiri. Masyarakat, media, dan platform harus menjadi mitra. Ketika ada isu mencurigakan, laporkan — jangan langsung disebarkan,” tegasnya.
Chlara menjelaskan mekanisme klarifikasi dan langkah hukum bila ditemukan pelanggaran pemilu: verifikasi fakta, permintaan koreksi/pencabutan kepada penyebar, mediasi, dan bila perlu proses penegakan sesuai aturan perundang-undangan.
Ia juga mengingatkan batas antara kebebasan berpendapat dan penyebaran informasi yang merugikan: “Kebebasan berekspresi dijamin, tetapi tidak bebas dari konsekuensi bila melanggar hukum atau menimbulkan kerugian publik.” Chlara Juga menegaskan komitmen Bawaslu untuk terus membuka ruang dialog dan mempermudah akses pelaporan pelanggaran.
Diskusi ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga kualitas demokrasi bukan tugas satu pihak. Kombinasi pencegahan, edukasi, dan kerja sama antarlembaga serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci menekan peredaran isu negatif yang dapat mengganggu proses pemilu. Dengan inisiatif seperti Chlara Febriana Berharap kesadaran kolektif meningkat dan ruang publik kembali menjadi tempat wacana rasional dan bermartabat.
"Pencegahan Kunci Menangkal Isu-Negatif"
Penulis : Ana Yarus
Foto & Editor : Angga