Lompat ke isi utama

Berita

Jadi Narasumber Podcast KPU, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Jadi Narasumber Podcast KPU, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Pagar Alam – Anggota Bawaslu Kota Pagar Alam, Chlara Febriana, menjadi narasumber dalam Podcast KPU Kota Pagar Alam bersama Anggota KPU Kota Pagar Alam, Ikhwan Nopri. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai upaya mewujudkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan menjelang pelaksanaan pemilu.

Pada kesempatan tersebut, Ikhwan Nopri menjelaskan pengertian serta tujuan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Menurutnya, PDPB merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus untuk memperbarui data pemilih berdasarkan perubahan kondisi masyarakat, seperti pemilih yang meninggal dunia, pindah domisili, beralih status menjadi anggota TNI/Polri, maupun pemilih pemula yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Sementara itu, Chlara Febriana menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Pagar Alam senantiasa menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu, termasuk pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan ialah melalui uji petik dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian data pemilih dengan kondisi faktual.

"Bawaslu Kota Pagar Alam berkomitmen mengawal setiap tahapan penyelenggaraan pemilu, termasuk proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Pengawasan dilakukan melalui uji petik agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan," ujar Chlara.
Berdasarkan hasil pengawasan pada Triwulan II, Bawaslu Kota Pagar Alam menemukan sejumlah data yang memerlukan tindak lanjut, yakni sebanyak 19 pemilih meninggal dunia, 31 pemilih pindah domisili, serta 6 pemilih pemula yang perlu dipastikan telah masuk dalam data pemilih. Seluruh hasil pengawasan tersebut telah disampaikan kepada KPU Kota Pagar Alam untuk dilakukan verifikasi dan pencermatan lebih lanjut, sehingga dapat dipastikan apakah data tersebut telah diperbarui dalam database pemilih.

Menanggapi hasil pengawasan tersebut, Ikhwan Nopri menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kota Pagar Alam atas pelaksanaan uji petik yang dilakukan. Menurutnya, hasil pengawasan tersebut sangat membantu KPU dalam memastikan kualitas data pemilih agar tetap akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam sesi diskusi juga dibahas berbagai kendala yang dihadapi selama proses pemutakhiran data pemilih. Chlara menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Kota Pagar Alam berprofesi sebagai petani yang beraktivitas sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut menyebabkan petugas kerap menemui rumah warga dalam keadaan kosong saat melakukan pencocokan data di lapangan.

Selain itu, masih ditemukan masyarakat yang telah beralih status menjadi anggota TNI atau Polri, namun belum melakukan pembaruan data administrasi kependudukan, khususnya pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian agar data pemilih tetap akurat dan mutakhir.

Di sisi lain, Ikhwan Nopri menilai tantangan terbesar dalam pelaksanaan PDPB adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan perubahan data kependudukannya. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat agar lebih proaktif memperbarui data diri apabila terjadi perubahan status maupun identitas kependudukan.

Menjawab pertanyaan mengenai mekanisme penyampaian laporan masyarakat, Chlara menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Pagar Alam telah menyediakan Posko Kawal Hak Pilih sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan atau informasi terkait data pemilih. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui media sosial resmi Bawaslu Kota Pagar Alam, datang langsung ke kantor Bawaslu, maupun melalui tautan layanan yang telah disediakan. Hal serupa juga disampaikan oleh Ikhwan Nopri, yang menegaskan bahwa KPU Kota Pagar Alam turut membuka berbagai kanal layanan bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait data pemilih.

Mengakhiri podcast tersebut, Chlara Febriana mengajak seluruh masyarakat Kota Pagar Alam untuk berperan aktif dalam memperkuat demokrasi melalui partisipasi dalam menjaga keakuratan data pemilih.

"Data pemilih yang akurat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memastikan data dirinya telah sesuai serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan pemilu yang demokratis. Sebab, pemilu yang hebat lahir dari pemilih yang cerdas," tutup Chlara.

“Chlara Febriana Sampaikan Hasil Pengawasan PDPB Triwulan II pada Podcast KPU Kota Pagar Alam”

Penulis : Ana Yarus

Foto dan Editor : Abyqila