Wujudkan Integritas Pemilu via Teknologi dengan Informasi Terpercaya
humas | Kamis, Oktober 30, 2025 - 15:50
Yogyakarta. – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Data dan Informasi Gelombang II tahun 2025 di Yogyakarta. guna meningkatkan transformasi pengelolaan data dan informasi dalam pengawasan pemilu serta untuk mewujudkan agar Pusat Data dan Informasi Bawaslu menjadi pusat kecerdasan pengawasan pemilu di masa mendatang, yang dihadiri oleh Bawaslu dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
Nurwen Ketua Bawaslu Pagar Alam, Hadiri Rakornas Bidang Data dan Informasi Bawaslu di Yogyakarta yang berlangsung sejak tanggal 27 s.d 29 Oktober 2025. Yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi pengelolaan data dan informasi antar unit kerja Bawaslu di seluruh Indonesia. Rakornas ini menjadi forum strategis bagi seluruh jajaran Bawaslu se-Indonesia untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas. Khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi demi mendukung tugas pengawasan pemilu yang berintegritas dan profesional.
Dalam sambutannya, Puadi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat fungsi pencegahan pelanggaran pemilu. "Dengan data analitis cerdas dan sistem TI yang andal, kita bisa mewujudkan pemilu yang lebih transparan dan adil menjelang Pemilu 2029," ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan transformasi digital tersebut tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu di seluruh tingkatan. Literasi data dan kemampuan analisis dianggap sebagai kunci agar teknologi benar-benar memberi manfaat bagi pengawasan.
Pada kesempatan tersebut, Puadi menekankan urgensi sinergi antara Bawaslu pusat dan daerah guna membangun ekosistem data yang terintegrasi secara komprehensif. Ia menyatakan harapan bahwa Rakornas ini mampu memperkuat koordinasi lintas wilayah, sehingga seluruh proses pengawasan dan penanganan pelanggaran dapat terhubung dalam satu jejaring informasi yang kokoh dan terpadu.
Melalui penguatan kapasitas yang difokuskan pada tema data dan sistem informasi, Badan Pengawawas Pemilu (Bawaslu) secara strategis menargetkan pembentukan model pengawasan pemilu yang berbasis pada kecerdasan data canggih. Model ini dirancang untuk berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang proaktif, guna mendukung demokrasi yang lebih berintegritas, transparan, dan akuntabel di seluruh tahapan proses pemilu mendatang. Dengan demikian, integrasi teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko pelanggaran, meningkatkan efisiensi pengawasan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap keberlangsungan demokrasi nasional.
Pada kegiatan ini, Bawaslu Ri juga memberikan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 untuk Bawaslu Kabupaten/Kota dari 16 Provinsi yang terundang.
Penulis : Ana Yarus
Editor : Kak Gun